A New Story Opens – MATA Edisi 36
Setelah tiga bulan perilisan majalah MATA edisi 35 kami kembali hadir dengan majalah MATA edisi 36! Tentu bagi pembaca setia majalah MATA pasti sudah mengetahui […]
A New Story Opens – MATA Edisi 36 Selengkapnya
Setelah tiga bulan perilisan majalah MATA edisi 35 kami kembali hadir dengan majalah MATA edisi 36! Tentu bagi pembaca setia majalah MATA pasti sudah mengetahui […]
A New Story Opens – MATA Edisi 36 Selengkapnya
Keluarga Besar SD Tarsisius Vireta memeriahkan perayaan Paskah dengan lomba menghias telur paskah (Tangerang, Senin, 17/4/2023). Peserta didik kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti perlombaan tersebut dengan antusias, terlebih dihadirkan pula panggung boneka.
Memeriahkan Perayaan Paskah: SD Tarsisius Vireta Mengadakan Lomba-Lomba Selengkapnya
Keluarga Besar SD Tarsisius Vireta mengadakan perayaan Paskah (Tangerang, Senin, 17/4/2023). Tema Paskah tahun ini adalah Peduli Pada Sesama. Perayaan Paskah dipimpin oleh RD Cosmas Wahyu Kristian Wijaya. Dalam Homilinya, Romo Wahyu mengajak peserta didik untuk bangkit Bersama Kristus dan hidup baru dalam Kristus yang ditunjukkan melalui perubahan tingkah laku.
PERAYAAN PASKAH SD TARSISIUS VIRETA: PEDULI PADA SESAMA Selengkapnya
SD Tarsisius Vireta dan Primaya Hospital Pasarkemis mengadakan pelatihan dokter kecil (Senin, 27/3/2023). Adapun kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik yang ditunjuk oleh wali kelas. Dalam kegiatan itu peserta didik diajarkan berbagai hal yang terkait dengan Kesehatan.
SD Tarsisius Vireta dan Primaya Hospital: Adakan Pelatihan dokter Kecil Selengkapnya
Tindakan-tindakan konkret diungkapkan bersama dalam Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Keempat, puasa 40 hari masa Prapaskah kita ini didasarkan puasa Yesus selama 40 hari sesudah pembaptisan- Nya (KGK 538-540; 2043). “Oleh masa puasa selama 40 hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.” (KGK 540). Ada 40 hari biasa dari Rabu Abu sampai Sabtu Paskah. Hari Minggu tidak dihitung, karena itu Hari Tuhan.
Pantang dan Puasa Katolik Selengkapnya
Penggunaan abu dalam liturgi berasal dari jaman Perjanjian Lama. Abu melambangkan perkabungan, ketidakabadian, dan sesal / tobat. Sebagai contoh, dalam Buku Ester, Mordekhai mengenakan kain kabung dan abu ketika ia mendengar perintah Raja Ahasyweros (485-464 SM) dari Persia untuk membunuh semua orang Yahudi dalam kerajaan Persia (Est 4:1). Ayub (yang kisahnya ditulis antara abad ketujuh dan abad kelima SM) menyatakan sesalnya dengan duduk dalam debu dan abu (Ayb 42:6). Dalam nubuatnya tentang penawanan Yerusalem ke Babel, Daniel (sekitar 550 SM) menulis, “Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.” (Dan 9:3).
Asal Mula Perayaan dan Penggunaan Abu Selengkapnya
SD Tarsisius Vireta Juara Umum OSN dan FLS2N untuk kesekian kalinya
SD Tarsisius Vireta Juara Umum OSN dan FLS2N Selengkapnya
HUT YBHK diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Andreas S. Gunawan, Msc (konselebran) dan Romo Samuel Pangestu. Dalam homilinya, Romo Samuel mengingatkan pendidik yang bernaung di bawah YBHK untuk menekankan pendidikan karakter dan mengikuti perkembangan zaman. “Para pendidik diharapkan mendidik dengan penuh kesungguhan, dan terus memperbaharui diri agar dapat mengikuti perkembangan zaman”, kata Romo Pangestu (Jakarta, Rabu 11/01/2023).
Tangerang-Keluarga Besar SD Tarsisius Vireta melaksanakan perayaan Natal 2022 dan Syukur atas tahun baru 2023 (Selasa, 10 Januari 2023). Adapun tema yang diusung adalah ‘Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain’. Perayaan tersebut dihadiri kurang lebih 719 orang peserta didik dan perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Wahyu Kristian Wijaya.
Menjadi Pribadi yang Penuh Sukacita Selengkapnya